Type your search keyword, and press enter

Gua Cerme : Tempat Pertemuan Walisongo

Gua Cerme  (Instagram: @mukhlish_abdillah_zuhdi)
Gua Cerme (Instagram: @mukhlish_abdillah_zuhdi)

Gua Cerme di Kabupaten Bantul, Provinsi D. I. Yogyakarta, adalah tempat pemuka agama Walisongo menyebarkan ajaran agama Islam. Tempat bersejarah ini secara sekaligus menawarkan wisata sejarah, wisata religi, dan wisata alam.

Gua Cerme terletak di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Pengunjung bisa menikmati keindahan alam gua dan peninggalan sejarah jaman Walisongo yang diselimuti aura mistis. Menurut klasifikasi gua, Gua Cerme termasuk dalam kategori gua horizontal.

Menjelajahi Gua Cerme berarti siap-siap berjalan sekitar 1,5 kilometer. Pengunjung akan menjelajahi gua mulai dari Dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul. Sebuah sendang di Panggan, Desa Ploso, Giritirto, Gunungkidul, akan menunggu pengunjung di sisi gua lainnya. Gua ini dapat dijelajahi dalam waktu kurang lebih dua jam.

Air Terjun Banyu Tibo : Aliran Airnya Langsung ke Laut

Pantai dan Air Terjun Banyu Tibo (foto: spadepicnic)
Pantai dan Air Terjun Banyu Tibo (foto: spadepicnic)

Satu tempat lokasi wisata alam lagi di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D.I. Yogyakarta ini mulai dilirik wisatawan. Air terjun yang tersembunyi di balik dataran tinggi ini bernama Air Terjun Banyu Tibo. Secara administratif, lokasi air terjun berada di antara perbatasan Semin dan Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Aliran air terjun tersebut langsung mengarah ke laut melalui Pantai Banyutibo. Dalam bahasa Jawa, Banyutibo artinya “air yang jatuh”.

Untuk mencapai lokasi Air Terjun Banyu Tibo, pengunjung bisa naik kendaraan pribadi melalui rute Yogyakarta – Piyungan – Gunungkidul – Wonosari – Karangmojo – Semin. Di Kecamatan Semin, ikuti petunjuk warga setempat untuk mencapai air terjun.

Curug Nglinggo Samigaluh : Terpencil Maka Jarang Dijamah

Curug Nglinggo (foto: yogyalagi.com)
Curug Nglinggo (foto: yogyalagi.com)

Curug atau Air Terjun Nglinggo Samigaluh terletak di Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta. Curug ini berjarak sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Air terjun yang belum memiliki nama resmi ini paling sulit dijangkau di antara curug-curug lain yang berada di Desa Nglinggo sehingga tidak banyak informasi tentangnya.

Curug Nglinggo memang berada tersembunyi di dalam lembah. Tempat ini memang susah dijangkau maka jarang terjamah manusia. Untuk benar-benar dapat mencapainya, pengunjung harus meminta bantuan penduduk setempat menjadi penunjuk jalan.

Tlogomuncar : Air Terjun Kebanggaan Warga Kaliurang

Tlogomuncar (Instagram: @vladxyz)
Tlogomuncar (Instagram: @vladxyz)

Air Terjun Tlogomuncar terletak di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta. Para warga setempat menyebutnya Air Terjun Kaliurang karena berada di Desa Wisata Kaliurang yang terletak di lereng Gunung Merapi.

Tlogomuncar mempunyai ketinggian sekitar 30-45 meter. Posisinya berada di ketinggian 878 di atas permukaan laut. Letaknya yang berada di dataran tinggi ini membuat suhu rata-rata di sekitar Tlogomuncar antara 20 hingga 25 derajat Celsius.

Tlogomuncar mendapatkan sumber airnya dari lereng Bukit Plawangan, kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Meskipun berada di atas bukit, debit air yang dihasilkan Tlogomuncar cukup kecil sehingga air terjun ini kadang surut saat musim kemarau. Kata warga, Tlogomuncar pernah disinggahi Dewi Condrokirono, putri keturunan Kerajaan Majapahit, untuk mandi.

Sebenarnya, di kawasan ini sebelumnya ada sebuah kolam air bernama Tlogo Putri. Kolam air ini sudah tidak dijadikan tempat wisata lagi karena debit air menurun. Warga sekitar juga lebih membutuhkan kolam ini untuk pemenuhan kebutuhan air sehari-hari mereka.

Gua Selarong : Gua Penuh Misteri, Tempat Pangeran Diponegoro Sembunyi

Gua Selarong (Instagram: @la.davina.w)
Gua Selarong (Instagram: @la.davina.w)

Gua Selarong adalah sebuah lokasi wisata sejarah yang berada di Dukuh Kembangputihan, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta. Gua ini pernah dijadikan tempat persembunyian Pangeran Diponegoro saat berlangsungnya Perang Jawa.

Gua Selarong dibagi menjadi dua bagian yaitu Gua Kakung dan Gua Putri. Di atas gua, ada kompleks pemakaman, gardu pandang, dan rumah batu. Dua buah sendang juga berada di sebelah kiri gua. Dua sendang itu bernama Sumber Pitu dan Sendang Manik.

Pengunjung akan disambut dengan sebuah patung Pangeran Diponegoro berukuran besar. Dia digambarkan sedang duduk di atas punggung seekor kuda hitam. Pakaiannya berwarna putih. Di dekat area parkiran, ada sebuah denah wisata Gua Selarong. Disebutkan dalam peta tersebut, wisata Gua Selarong selain wilayah gua itu sendiri adalah museum pameran, diorama, dan pendopo.

Pangeran Diponegoro menjadikan Gua Selarong sebagai markas perancangan strategi melawan Hindia Belanda pada tahun 1825-1830. Kediaman Pangeran Diponegoro sebelumnya, Puri Tegalrejo, dibakar habis oleh Belanda sehinga dia beserta keluarga dan laskarnya terpaksa mengungsi ke gua.

Air Terjun Parangtritis : Sering Terlewat Padahal Memikat

Air Terjun Parangtritis (Instagram: @describeindonesia)
Air Terjun Parangtritis (Instagram: @describeindonesia)

Air Terjun Parangtritis masih satu lokasi dengan Pantai Parangtritis yang terkenal itu. Lokasinya yang tidak besar membuat banyak pengunjung sering melewatkan spot wisata yang satu ini. Lokasi tepatnya adalah di bagian paling ujung sebelah Timur Pantai Parangtritis.

Bagian pantai tempat Air Terjun Parangtritis berada sering juga disebut Pantai Parangendog. Penduduk setempat pun sebenarnya menyebut air terjun ini dengan sebutan Air Terjun Parangendog. Akan tetapi, karena kepopuleran Pantai Parangtritis, nama yang diberikan warga tersebut tidak populer.

Untuk menuju air terjun, pengunjung disarankan menyewa dokar sebab jaraknya dari titik tengah Pantai Parangtritis (ditandai dengan tulisan “PARANGTRITIS” berwarna oranye besar) lumayan jauh. Sekitar 300 meter sebelum lokasi air terjun, pengunjung akan melewati muara sungai kecil. Sangat disarankan untuk berhati-hati melewati tempat tersebut karena aliran air cukup deras dan kedalamannya cukup dalam.

Air Terjun Jogan : Air Terjun di Tepi Pantai

Air Terjun Jogan (Instagram: @jalanjalandijawa)
Air Terjun Jogan (Instagram: @jalanjalandijawa)

Air Terjun Jogan sebenarnya merupakan “ekstensi” dari pariwisata Pantai Jogan di Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Wisatawan mulai melirik Pantai Jogan sebagai tujuan wisata karena ingin melihat fenomena air terjun di tepi pantai tersebut.

Daerah Pantai Jogan dulunya belum seterkenal sekarang. Padahal, lokasinya dekat sekali dengan Pantai Siung. Sewaktu penduduk Desa Purwodadi menemukan air terjun di antara tebing-tebing tinggi di pantai, potensi wisata mulai digali lebih serius.

Air Terjun Jogan bisa dicapai dengan dua cara. Wisatawan bisa menuruni semacam tangga yang tersedia. Pegangan tangga berupa kayu-kayu yang telah ditata rapi memudahkan pengunjung untuk turun. Sesampainya di bawah, pengunjung dapat melewati batu-batu karang. Bebatuan tersebut adalah rumah dari kepiting transparan. Kepiting ini sulit dilihat sehingga harus hati-hati saat melintasi karang. Kepiting transparan ini dapat ditangkap untuk dimakan.

Air Terjun Sri Gethuk : Wisata Alam Menyegarkan di Lahan Kapur Gunungkidul

Air Terjun Sri Gethuk (foto: dok.pribadi)
Air Terjun Sri Gethuk (foto: dok.pribadi)

Wisata alam air terjun satu ini berada di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D.I. Yogyakarta. Kabupaten ini dikenal dengan batuan kapur sebagai material lapisan tanahnya. Tempat ini tandus dan kering. Tak heran, jika musim kemarau tiba, daerah ini sering dilanda paceklik.

Akan tetapi, ternyata, mata air yang mengalir sepanjang tahun bisa muncul di tempat ini. Salah satu mata air tersebu menjelma menjadi Air Terjun Sri Gethuk. Kawasan Sri Gethuk tidak pernah mengalami kekeringan, beda dengan daerah lain di Gunungkidul. Kawasan ini cocok untuk menanam palawija.

Air Terjun Sri Gethuk muncul dari antara dua tebing kapur yang mengapitnya. Air terjun setinggi 50 meter itu membelah ngarai Sungai Oya. Tiga sumber mata air; Mata Air Dong Poh, Mata Air Ngandong, dan Mata Air Ngumbul, mengalirkan air dengan rata-rata debit 30-60 liter per detik.

Sementara itu, nama Air Terjun Sri Gethuk ini didapatkan dari sebuah legenda tentang Jin Anggo Meduro. Alkisah, Jin Anggo Meduro mempunyai tempat penyimpanan kethuk (instrumen gamelan). Pada waktu-waktu tertentu, warga Dukuh Menggoran sering mendengar suara alunan gamelan dari arah air terjun. Katanya, jin oenghuni air terjun menyukai berbagai macam kesenian.

Selain suara gamelan, warga juga sering mendengar suara slompret. Nama alat musik tiup tradisional itu juga menjadi julukan wilayah Sri Gethuk yakni wilayah Slompret. Suara-suara gamelan itu akan hilang jika seseorang mendekati sumber suara.

Air Terjun Sri Gethuk masuk dalam daftar objek wisata terpadu Dusun Menggoran. Objek wisata lainnya adalah Gua Rancang Kencono, situs purbakala, area memancing, dan bumi perkemahan.

Sri Gethuk dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi melalui hutan kayu putih yang dikelola Perhutani. Memasuki Dusun Menggoran, pohon-pohon kayu putih yang sedari tadi menemani perjalanan digantikan dengan pohon-pohon jati. Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan mereka di tempat parkir dekat area pemancingan.

Wisata Selfie Gardu Action : Ramah Lingkungan

Wisata Selfie Gardu Action

Garbage Care and Education (Gardu Action) adalah kumpulan sekelompok pemuda-pemudi warga kawasan Pantai Parangkusumo yang peduli dengan kebersihan lingkungan pesisir pantai-pantai di Yogyakarta. Kelompok ini hadir bermula dari keresahan sejumlah pemuda tentang fakta bahwa Indonesia adalah salah satu dari lima negara penyumbang sampah plastik terbesar yang mengalir ke laut. Empat negara lainnya adalah Vietnam, Sri Langka, Filipina, dan Tiongkok.

Wisata Selfie Gardu Action (1)

Gardu Action mengumpulkan sampah-sampah yang masih bisa didaur ulang menjadi sebuah kerajinan tangan dan karya seni yang menarik. Mereka memajang karya mereka di Pantai Parangkusumo.

Kalibiru : Desa Ekoturisme di Pegunungan Menoreh

kalibiru (1)

Kalibiru merupakan sebuah desa di Pegunungan Menoreh, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta. Terletak di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut, desa wisata ini menyuguhkan ekowisata pemandangan pegunungan dan hutan asri.

Sejarah mencatat Kalibiru dan Pegunungan Menoreh sebagai salah satu tempat Pangeran Diponegoro dan pasukannya berjuang melawan penjajah Belanda. Malang nasib Sang Pangeran, dia ditipu dan dibuang ke Pulau Sulawesi hingga akhir hayatnya.