Type your search keyword, and press enter

Wisata Semarang, dari Wisata Alam hingga Wisata Religi

Rawa Pening (Instagram: @tridoyohbk)
Rawa Pening (Instagram: @tridoyohbk)

Semarang adalah nama dua tempat di Provinsi Jawa Tengah. Yang pertama, Semarang dijadikan nama Ibu Kota Jawa Tengah yakni Kota Semarang. Sementara yang kedua, Semarang adalah nama sebuah kabupaten yang beribukota di Ungaran.

Kota dan Kabupaten Semarang sama-sama memiliki tempat wisata yang sangat banyak. Kota Semarang mempunyai tempat wisata yang kebanyakan berupa peninggalan bersejarah atau tempat-tempat beribadah. Sedangkan Kabupaten Semarang yang mempunyai kontur berbukit-bukit memiliki tempat wisata alam pegunungan beragam.

Berikut ini daftar wisata Semarang yang direkomendasikan untuk libur panjang:

  1. Kawasan Wisata Bandungan

Bandungan adalah sebuah tempat yang berada di dataran tinggi di Kabupaten Semarang. Tempat ini terkenal sebagai tempat peristirahatan karena berhawa dingin, mirip seperti yang ada di Puncak, Bogor. Tempat ini juga seringkali dijadikan lokasi retret atau outbond.

Kegiatan yang bisa dilakukan di Bandungan antara lain berbelanja sayur dan buah, menaiki all-terain vehicle, berenang, dan berkuda. Segala fasilitas bintang lima tersedia di vila, losmen, dan hotel Bandungan.

  1. Taman Wisata Kopeng

Kabupaten Semarang menjadikan kawasan Kopeng sebagai salah satu objek wisata unggulan. Tempatnya berada di kawasan lereng Gunung Merbabu sehingga pemandangannya indah dan suasananya sejuk. Lokasi ini juga merupakan lokasi budidaya sayur mayur.

  1. Kawasan Pecinan Semarang

Seperti halnya di beberapa kota besar, kawasan Pecinan bisa ditemui di Kota Semarang. Kawasan ini adalah area perdagangan emas yang selalu ramai dikerumuni masyarakat yang ingin mengadakan transaksi jual beli. Sempatkan singgah di kawasan ini jika Anda ingin merasakan kuliner chinese food di siang hari.

  1. Rawa Pening

Danau berikut ini telah dijadikan tempat wisata air oleh Pemerintah Kabupaten Semarang. Rawa Pening, dengan luas 2.670 hektare, membentang meliputi wilayah Kecamatan Banyubiru, Ambarawa, Bawen, dan Tuntang.

Rawa Pening mempunyai daya tarik berupa wisata tirta. Namun sayangnya, area tengah rawa dipenuhi tumbuhan gulma eceng gondok yang mendangkalkan danau. Saat ini, hama eceng gondok dicoba diberantas dengan memanfaatkan eceng gondok untuk kerajinan tangan.

  1. Gua Kreo

Tempat wisata ini berada dI Dukuh Talun Kacang, Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kabupaten Semarang. Masyarakat percaya bahwa gua ini dulu pernah disinggahi Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Gua ini dikunjungi masyarakat yang penasaran akan kebenaran cerita tersebut. Monyet-monyet ekor panjang menjadikan Gua Kreo sebagai habitat mereka. Anda Bisa Menggunakan jasa sewa mobil semarang untuk pergi ketempat wisata tersebut.

Daftar Tempat Wisata Air Terjun di Jogja

Air Terjun Sri Gethuk (Instagram: @thegiantfrog)
Air Terjun Sri Gethuk (Instagram: @thegiantfrog)

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai banyak lokasi wisata alam dalam berbagai bentuk. Wilayah Pantai Selatan Jogja kini tempat ratusan pantai yang sebagian besar masih belum dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Di lokasi dataran tinggi, ada perbukitan yang bisa digunakan sebagai tempat istirahat. Letak Jogja yang berada di dataran tinggi Gunung Merapi menjadi alasan mengapa beberapa wilayah provinsi ini berbukit-bukit. Namun, yang akan kami bahas berikut ini adalah objek wisata air terjun. Ternyata, Jogja mempunyai cukup banyak air terjun. Berikut ini daftarnya:

  1. Air Terjun Parangtritis

Masih satu lokasi dengan Pantai Parangtritis, Air Terjun Parangtritis ternyata malah sering diabaikan pengunjung pantai. Hal ini kemungkinan dikarenakan luas wilayah air terjun yang tidak seberapa dan kondisinya yang surut saat musim kemarau.

Lokasi air terjun disebut warga sebagai Air Terjun Parangendog. Akan tetapi, karena masih satu lokasi dengan Parangtritis, nama Parangendog tadi menjadi tidak populer.

Air Terjun Parangtritis mengalirkan airnya langsung ke laut. Lokasinya berada di bukit-bukit karang kecil dengan ketinggian kira-kira 15 meter. Pengunjung bisa mendaki bukit karang untuk melihat pemandangan air terjun dari atas. Air yang mengalir di sini dipercaya bisa membuat seseorang awet muda.

  1. Air Terjun Gedangan

Air terjun yang satu ini berada di Giriloyo, Imogiri, Kecamatan Bantul. Air terjun Gedangan sering disebut pula dengan nama Air Terjun Seribu Batu gara-gara banyaknya batu-batu di sekitar hulu sungai. Diperkirakan batu-batu tersebut berasal dari Gunung Api Purba Nglanggeran.

Air Terjun Gedangan berketinggian sekitar delapan meter. Kolam air terjun di bawahnya terbentuk secara alami dan memiliki kedalaman sekitar satu meter.

Air dari air terjun di Desa Giriloyo ini dipercaya bisa membuat seseorang awet muda dan membuat pasangan suami-istri lebih bahagia. Di daerah Giriloyo, air terjun inilah yang paling sering dikunjungi dibandingkan dengan air terjun lainnya seperti Kedung Grojog, Kedung Progo, Kedung Blimbing, dan Air Terjun Grejeng.

  1. Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun berikut ini terus mengalir sepanjang tahun meskipun berada di wilayah yang termasuk gersang. Sri Gethuk terletak di Kabupaten Gunungkidul yang terkenal dengan pegunungan kapurnya. Air terjun ini sebaiknya dikunjungi waktu musim kemarau agar airnya bisa terlihat berwarna biru kehijauan.

Air Terjun Sri Gethuk berketinggian sekitar 50 meter dan muncul dari antara dua tebing kapur. Airnya berasal dari mata air Dong Poh, mata air Ngumbul, dan mata air Ngandong yang berdebit sekitar 30-60 liter per detik.

Nama air terjun itu berasal dari tempat penyimpanan instrumen gamelan bernama kethuk yang dimiliki oleh Jin Anggo Meduro. Warga Dukuh Menggoran sering mendengar alunan suara gamelan dari dekat air terjun. Selain gamelan, ada juga suara-suara slompret (terompet). Jika sumber suara didekati, maka sumber suara itu akan hilang dengan sendirinya.

Daftar Wisata Solo Minim Biaya

Alas Karet Polokarto (Instagram: @afifahelya)
Alas Karet Polokarto (Instagram: @afifahelya)

Kota Solo dan sekitarnya, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Soloraya, adalah sebuah kawasan di Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai perkembangan pesat menuju ke kota modern. Akses ke berbagai tempat wisata di Soloraya cukup mudah dan biayanya lebih murah dibandingkan dengan berwisata ke tempat lain. Dengan biaya murah, wisatawan bisa mendapatkan kepuasan berwisata tanpa pusing memikirkan budget.

Berikut ini tiga destinasi wisata Soloraya yang murah meriah:

  1. Waduk Cengklik

Bendungan alias waduk di Boyolali bernama Cengklik ini adalah lokasi wisata dengan beragam fungsi. Tentu saja, fungsi utama Waduk Cenglik adalah sebagai sumber irigasi. Akan tetapi, potensi pariwisata waduk telah membuat banyak warga membuat berbagai fasilitas pendukung wisata seperti warung makan dan kamar mandi. Makanan khas daerah waduk ini, wader goreng dan pecel lele, adalah dua menu wisata kuliner layak coba.

Pencinta olahraga memancing menyukai letak Waduk Cengklik yang cukup strategis. Mereka bisa memancing sambil menikmati pemandangan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu dari kejauhan. Pemandangan ini diabadikan pula oleh fotografer baik amatir maupun profesional. Mereka senang datang ke waduk seluas 300 hektare ini untuk memburu senja.

  1. Taman Kota Klaten

Kabupaten Klaten, khususnya wilayah kotanya, memiliki beberapa taman kota yang cukup serius digarap pemerintah daerah. Mereka merombak beberapa spot kota yang panas menjadi teduh dan nyaman dengan membuat taman kota multifungsi.

Selain sebagai tempat rekreasi publik, taman kota juga bisa dijadikan penghasil oksigen alias sebagai paru-paru kota. Taman kota banyak dilirik individu-individu sibuk yang tidak sempat pergi ke tempat wisata yang jauh. Beberapa taman kota di Klaten yang terkenal adalah Taman Hutan Kota Gergunung, Taman Lampion, Taman Hutan Kota Sungkur, dan Taman Stadion Trikoyo.

  1. Alas Karet Polokarto

Tempat wisata satu ini sesungguhnya adalah lahan perkebunan karet kepunyaan P.T. Perkebunan Nusantaara IX (Persero). Nama temapt tersebut adalah Alas Karet Polokarto.

Alaska, singkatan gaul dari Alas Karet Polokarto, mulai terkenal sejak banyak foto-foto orang berlatar belakang Alaska diunggah di pelbagai situs jejaring sosial. Pengunjung Alaska kebanyakan singgah ke tempat ini untuk berfoto ria dengan berbagai keperluan, mulai dari selfie hingga pre-wedding photo session.

Selain foto-foto, ternyata masih ada aktivitas lain yang bisa dilakukan di Alaska. Apa lagi kalau bukan melihat para penyadap karet bekerja. Untuk melihat mereka, disarankan datang pagi-pagi sekitar pukul 04.00 WIB karena saat itulah mereka datang menyadap karet.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat : Kediaman Raja Jogja Jadi Objek Wisata Budaya Favorit

Keraton Jogja (Instagram: @agustinophotodify)
Keraton Jogja (Instagram: @agustinophotodify)

Istana resmi Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini berlokasi di jantung Kota Yogyakarta, Provinsi D.I. Yogyakarta. Hingga sekarang, kompleks keraton masih digunakan sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarga meskipun sudah dijadikan sebagai salah satu objek wisata budaya paling terkenal di Jogja. Destinasi wisata ini sangat direkomendasikan untuk wisatawan yang ingin mengetahui kebudayaan Jogja dilihat dari berbagai segi; sosial, seni, budaya, arsitektur, dll.

Keraton Jogja dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I usai penandatanganan Perjanjian Giyanti tahun 1755. Beliau sekaligus menjadi arsitek kepala. Keahlian beliau sebagai arsitek telah diakui oleh Theodoor Gautier Thomas Pigeaud dan Lucien Adam, dua ilmuwan berkebangsaan Belanda.

Keraton Jogja mempunyai tujuh kompleks inti yaitu Balairung Utara, Kamandhungan Utara, Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Selatan, dan Balairung Selatan. Bangunan keraton secara umum bergaya arsitektur Jawa tradisional. Akan tetapi, di beberapa bagian tertentu, ada sentuhan budaya asing seperti budaya Belanda, Portugis, dan Tiongkok.

Gua Pindul : Destinasi Wisata Cave Tubing Terlaris

Gua Pindul (Instagram: @infogoapinduljogja)
Gua Pindul (Instagram: @infogoapinduljogja)

Destinasi wisata alam Gua Pindul terletak di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, Yogyakarta. Gua Pindul adalah wisata alam andalan yang dibuka untuk umum pada tanggal 10 Oktober 2010 lalu.

Nama Gua Pindul dipercaya berasal dari kisah legenda asal-muasal gua yang ada di sepanjang Desa Bejiharjo. Cerita rakyat turun-temurun ini mengisahkan tetntang seorang anak bernama Joko Singlulung yang sedang mengembara mencari keberadaan ayahnya. Joko Singlulung berkelana ke berbagai tempat termasuk ke gunung, hutan, sungai, hingga akhirnya ke gua-gua. Saat menjelajahi salah satu gua, Joko Singlulung terbentur batu. Dia lantas menamakannya Gua Pindul, dari asal katanya “pipi gebendul”.

Masyarakat sekitar Gua Pindul mengunggulkan wisata cave tubing. Aktivitas ini memungkinkan pengunjung menjelajahi gua dengan mengikuti aliran arus sungai bawah tanah di dalam gua. Pengunjung naik ke ban pelampung yang akan membawa mereka mengarungi arus sungai. Cara penjelajahan ini berbeda dengan penjelajahan gua lainnya yang umumnya dilakukan dengan cara berjalan untuk gua horizontal dan turun dengan seutas tali untuk gua vertikal.

Air Terjun Sidoharjo : Air Terjun Musiman di Kulon Progo

Air Terjun Sidoharjo (foto: alternatiftempatwisata)
Air Terjun Sidoharjo (foto: alternatiftempatwisata)

Air terjun setinggi 75 meter ini terletak di Pedukuhan Gonolangu, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta. Air terjun ini sebenarnya belum memiliki nama resmi. Hanya saja, warga memutuskan menyebutnya dengan nama curug. Nama Sidoharjo tak lain berasal dari nama desa tempat air terjun ini berada.

Air Terjun Sidoharjo merupakan air terjun musiman. Itu artinya, air terjun ini hanya mengalirkan air ketika musim hujan. Pada musim kemarau, aliran air kering. Maka dari itu, disarankan datang ke tempat ini sekitar bulan Maret hingga April.

Terletak di tebing yang tinggi dengan kemiringan hampir 90 derajat membuat air terjun ini terlihat agung. Air yang langsung jatuh membuat alirannya semakin deras. Pengunjung bisa naik ke sisi atas air terjun. Namun, jalan menuju ke atas tebing terjal dan banyak anjing liar serta kera ekor panjang.

Air Terjun Gedangan : Berjuluk Air Terjun Seribu Batu

Air Terjun Gedangan (foto: yogyalagi)
Air Terjun Gedangan (foto: yogyalagi)n

Air terjun yang terletak di Giriloyo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta ini dihiasi bebatuan besar di sekitar hulu sungai. Batu-batu tersebut berasal dari Gunung Api Purba Nglanggeran. Karena banyaknya batu tersebut, air terjun ini dijuluki Air Terjun Seribu Batu. Kondisi fisiknya berketinggian kurang lebih delapan meter. Kolam atau muara di bawah air terjun berkedalaman sekitar satu meter.

Masyarakat sekitar percaya bahwa Air Terjun Gedangan bisa membuat seseorang awet muda. Selain itu, dipercaya jika membasuh diri dengan air ini akan mempererat hubungan suami-istri. Aliran air sungai ini berada di alur sungai Watu Lumbung. Jika disusuri, aliran air akan melewati Dusun Cengkehan. Hal ini membuat air terjun tersebut juga memiliki julukan Air Terjun Cengkehan.

Grojogan Watu Jonggol : Satu Lagi Wisata Alam Kecamatan Kulon Progo

Grojogan Watujonggol (Instagram: @lukis.sepatu)
Grojogan Watujonggol (Instagram: @lukis.sepatu)

Objek wisata Grojogan Watu Jonggol terletak di Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta. Lokasi air terjun ini terpencil dan sulit dijangkau karena medan pegunungan yang ekstrem.

Grojogan Watu Jonggol berlokasi di Pegunungan Menoreh, di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Dari pusat Kota Yogyakarta, tempat ini terletak cukup jauh yakni berjarak 42 kilometer. Sebenarnya, air terjun ini terletak dekat dengan permukiman penduduk, tetapi memang medan menuju ke sana termasuk sulit.

Gua Cerme : Tempat Pertemuan Walisongo

Gua Cerme  (Instagram: @mukhlish_abdillah_zuhdi)
Gua Cerme (Instagram: @mukhlish_abdillah_zuhdi)

Gua Cerme di Kabupaten Bantul, Provinsi D. I. Yogyakarta, adalah tempat pemuka agama Walisongo menyebarkan ajaran agama Islam. Tempat bersejarah ini secara sekaligus menawarkan wisata sejarah, wisata religi, dan wisata alam.

Gua Cerme terletak di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Pengunjung bisa menikmati keindahan alam gua dan peninggalan sejarah jaman Walisongo yang diselimuti aura mistis. Menurut klasifikasi gua, Gua Cerme termasuk dalam kategori gua horizontal.

Menjelajahi Gua Cerme berarti siap-siap berjalan sekitar 1,5 kilometer. Pengunjung akan menjelajahi gua mulai dari Dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul. Sebuah sendang di Panggan, Desa Ploso, Giritirto, Gunungkidul, akan menunggu pengunjung di sisi gua lainnya. Gua ini dapat dijelajahi dalam waktu kurang lebih dua jam.

Air Terjun Banyu Tibo : Aliran Airnya Langsung ke Laut

Pantai dan Air Terjun Banyu Tibo (foto: spadepicnic)
Pantai dan Air Terjun Banyu Tibo (foto: spadepicnic)

Satu tempat lokasi wisata alam lagi di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D.I. Yogyakarta ini mulai dilirik wisatawan. Air terjun yang tersembunyi di balik dataran tinggi ini bernama Air Terjun Banyu Tibo. Secara administratif, lokasi air terjun berada di antara perbatasan Semin dan Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Aliran air terjun tersebut langsung mengarah ke laut melalui Pantai Banyutibo. Dalam bahasa Jawa, Banyutibo artinya “air yang jatuh”.

Untuk mencapai lokasi Air Terjun Banyu Tibo, pengunjung bisa naik kendaraan pribadi melalui rute Yogyakarta – Piyungan – Gunungkidul – Wonosari – Karangmojo – Semin. Di Kecamatan Semin, ikuti petunjuk warga setempat untuk mencapai air terjun.